Ruang Luwuk — Pembangunan saluran drainase di kompleks Masjid Agung An Nur dan Pasar Simpong Luwuk kini menggunakan beton pracetak tipe U-Ditch. Metode ini dipilih untuk mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan kualitas saluran air yang lebih baik dan tahan lama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai, Dewa Pratama, menegaskan bahwa setiap tahap pembangunan diawasi secara ketat. Menurutnya, penggunaan beton pracetak memungkinkan pemasangan drainase lebih cepat dibandingkan cor di lokasi sekaligus meminimalkan risiko keretakan akibat pengerjaan yang tidak sesuai standar.
Baca Juga : Delapan ASN PUPR Banggai Raih Penghargaan di Hari Bakti PU ke-80
Persiapan Lantai Sebelum Pemasangan U-Ditch
Dewa menjelaskan bahwa sebelum pemasangan U-Ditch, lantai saluran drainase dipadatkan dengan pasir secara merata. “Pemadatan lantai dengan pasir sangat penting agar U-Ditch bisa terpasang dengan kokoh dan tidak mengalami pergeseran setelah hujan atau beban lalu lintas di sekitar pasar dan masjid,” ujarnya.
Proses pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan alat mekanis dan pengawasan langsung tim teknis PUPR. Langkah ini menjadi bagian dari standar mutu pembangunan drainase pracetak yang diterapkan pemerintah kabupaten.
Manfaat Saluran Drainase Baru
Saluran drainase tipe U-Ditch ini dirancang untuk menampung dan mengalirkan air hujan dari lingkungan sekitar Masjid Agung An Nur dan Pasar Simpong. Dengan kapasitas yang lebih besar dan permukaan beton yang rata, risiko genangan air dan banjir lokal di sekitar pasar maupun masjid diharapkan berkurang signifikan.
Selain itu, pemasangan drainase pracetak juga mempermudah perawatan di masa mendatang. U-Ditch dapat dilepas dan diganti bila mengalami kerusakan, sehingga pengelolaan drainase menjadi lebih efisien.
Pengawasan dan Standar Kualitas
Dewa menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan, mulai dari persiapan lantai. Pemadatan pasir, hingga pemasangan U-Ditch, dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku. Pengawasan ketat ini dilakukan untuk memastikan kualitas drainase sesuai dengan spesifikasi, sehingga investasi pembangunan dapat bertahan lama dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Target kami, drainase ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dapat berfungsi optimal selama bertahun-tahun,” kata Dewa.
Dampak Positif bagi Warga dan Aktivitas Pasar
Masyarakat sekitar Masjid Agung dan Pasar Simpong menyambut baik pembangunan drainase ini. Warga berharap genangan air yang sering terjadi selama musim hujan dapat diatasi. Sehingga aktivitas ibadah dan perdagangan tidak terganggu.
Dengan pengawasan ketat dan pemadatan lantai yang benar sebelum pemasangan U-Ditch. Pemerintah optimistis proyek drainase ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga Luwuk.





