MUI Minta PBB Tegas terhadap Israel, Jangan Hanya Keluarkan Pernyataan
Ruang Luuwuk — MUI Minta PBB Tegas Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengeluarkan pernyataan tegas terkait dengan situasi di Palestina, setelah kekerasan yang terus berlanjut antara Israel dan Palestina. MUI mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah lebih konkret dan tegas terhadap kebijakan Israel yang dinilai semakin represif terhadap rakyat Palestina. PBB, yang selama ini sering mengeluarkan pernyataan dan resolusi yang menentang tindakan Israel, diminta oleh MUI untuk bertindak lebih dari sekadar memberikan kritik verbal.
MUI Desak PBB untuk Bertindak Nyata
Menurut Ketua MUI, KH. Miftahul Akhyar, meskipun PBB telah sering mengeluarkan pernyataan mengecam kekerasan terhadap warga Palestina, tindakan nyata yang berdampak langsung terhadap kebijakan Israel belum tampak. MUI menilai, sudah saatnya PBB tidak hanya menjadi tempat bagi negara-negara besar untuk berargumen, tetapi juga harus memperlihatkan sikap tegas terhadap negara yang melanggar hak asasi manusia, terutama dalam konteks Palestina.
“Kami mendesak PBB untuk tidak hanya mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak berdampak. Palestina telah lama berada dalam kondisi terjajah dan ditindas, sudah saatnya PBB bertindak tegas untuk menghentikan agresi Israel,” ujar KH. Miftahul Akhyar dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada awal Januari 2026.
Pernyataan MUI ini juga mencerminkan kekecewaan umat Islam di Indonesia terhadap ketidakmampuan PBB dalam menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. “Palestina bukan hanya masalah kawasan Timur Tengah, tapi merupakan masalah kemanusiaan global. PBB harus menunjukkan kepemimpinan dalam menghadapi masalah ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Kecamatan Luwuk Rawan Kejahatan Sepanjang 2025
Kekerasan Terhadap Palestina Kian Memuncak
Kekerasan yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat semakin memuncak dalam beberapa tahun terakhir. Israel terus melancarkan serangan udara dan serbuan militer di wilayah-wilayah tersebut, sementara jumlah korban jiwa di pihak Palestina semakin bertambah. Sementara itu, warga Palestina terus menderita akibat blokade yang diterapkan oleh Israel, yang mempengaruhi akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, air, dan medis.
MUI menilai bahwa situasi ini sudah tidak bisa lagi dibiarkan tanpa langkah tegas dari komunitas internasional, khususnya melalui mekanisme yang dimiliki oleh PBB. “Keamanan dunia harus dijaga, dan PBB harus memastikan agar hukum internasional ditegakkan. Jika Israel melanggar resolusi yang sudah dibuat, maka PBB perlu menunjukkan keseriusannya dengan sanksi atau tindakan lain yang lebih berdampak,” tegasnya.
MUI Mengajak Negara-negara Islam Bersatu dalam Menyuarakan Keprihatinan
Selain mendesak PBB untuk lebih tegas, MUI juga mengajak negara-negara Islam di seluruh dunia untuk semakin memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dalam pernyataan tersebut, MUI menyatakan pentingnya solidaritas internasional untuk mengakhiri penindasan yang dialami oleh rakyat Palestina, yang sudah berlangsung begitu lama.
“Negara-negara Islam harus bersatu dan menunjukkan kepedulian nyata. Solidaritas kita terhadap Palestina harus terwujud dalam bentuk tindakan, bukan hanya sekedar pernyataan politik,” ujar Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Amirul Muttaqin.
MUI juga menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di forum internasional. Indonesia, yang telah lama menjadi pendukung utama perjuangan Palestina, diharapkan terus menyuarakan hak-hak rakyat Palestina, baik di PBB maupun di tingkat bilateral dengan negara-negara besar lainnya.
MUI Minta PBB Tegas Pernyataan PBB yang Tidak Cukup
Sementara itu, meskipun PBB telah mengeluarkan berbagai resolusi yang mengutuk tindakan Israel, seperti Resolusi 2334 pada tahun 2016 yang mengecam pembukaan pemukiman ilegal di wilayah Palestina, langkah-langkah tersebut seringkali tidak diikuti dengan tindakan konkret. Israel, yang memiliki kekuatan militer yang sangat besar, sering kali mengabaikan resolusi PBB dan tidak ada sanksi yang diberikan atas pelanggaran tersebut.
Menurut Lukman Hakim, analis politik dan hubungan internasional, salah satu alasan PBB sering kali gagal menegakkan resolusi terhadap Israel adalah pengaruh kuat negara-negara besar seperti Amerika Serikat, yang secara tradisional memberikan dukungan politik dan militer kepada Israel. “PBB tidak bisa bertindak maksimal karena ada tekanan dari negara-negara besar, terutama AS, yang lebih memilih mendukung Israel daripada menegakkan hukum internasional,” katanya.
Namun, MUI berharap agar ke depannya, PBB dapat mengatasi hambatan-hambatan politik tersebut dan bertindak lebih tegas dalam menyelesaikan masalah Palestina. “Kami percaya bahwa dunia bisa lebih adil jika PBB berani bertindak tegas tanpa dipengaruhi kepentingan politik negara besar,” pungkas KH. Miftahul Akhyar.
MUI Minta PBB Tegas Dampak Bagi Dunia Islam dan Kemanusiaan
Tindakan PBB yang lebih tegas terhadap Israel, menurut MUI, tidak hanya akan membawa dampak positif bagi rakyat Palestina, tetapi juga akan memberikan pelajaran berharga tentang keadilan global dan penegakan hak asasi manusia. Jika PBB mampu menunjukkan komitmennya untuk menjaga kedamaian dunia, ini akan memperkuat peran organisasi tersebut sebagai mediator utama dalam menyelesaikan konflik-konflik internasional.
Selain itu, langkah tegas terhadap Israel juga akan memberi pesan penting kepada negara-negara lain yang mungkin melanggar hak asasi manusia, bahwa dunia internasional tidak akan diam terhadap penindasan terhadap rakyat sipil, apapun alasan dan kepentingannya.
Kesimpulan: PBB Harus Bertindak Nyata untuk Palestina
Pernyataan dari MUI menegaskan pentingnya sikap tegas dari PBB terhadap Israel yang terus melakukan agresi terhadap Palestina. PBB harus lebih dari sekadar mengeluarkan pernyataan yang tidak mengikat dan mulai mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan penindasan terhadap rakyat Palestina. MUI berharap, dengan solidaritas internasional yang lebih kuat dan tindakan nyata, Palestina dapat meraih kemerdekaan dan kedamaian yang sudah lama dinantikan.





