23 Titik Tanah Longsor di Satu Desa di Jepara, 8 Bangunan Rusak Parah
Ruang Luwuk – 23 Titik Tanah Longsor Bencana tanah longsor kembali menghantam wilayah Jepara, Jawa Tengah, kali ini menimpa sebuah desa yang terletak di kawasan perbukitan. Desa Sumberjo, yang terletak di Kecamatan Pakisaji, mengalami kerusakan hebat akibat pergerakan tanah yang terjadi di 23 titik berbeda. Dari 23 titik longsor yang terjadi sejak Minggu (22/1) malam, sebanyak 8 bangunan rumah warga mengalami kerusakan parah, dan beberapa di antaranya hampir roboh akibat tergerus material longsoran.
Kejadian ini memicu perhatian serius dari pemerintah daerah, mengingat Desa Sumberjo yang berada di dataran tinggi memang rentan terhadap bencana alam seperti tanah longsor, terutama saat musim hujan. Warga setempat mengungkapkan rasa khawatir mereka karena tanah di sekitar area perbukitan mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, yang menyebabkan beberapa bagian jalan utama desa tertutup material longsoran.
23 Titik Tanah Longsor Kronologi Bencana dan Dampaknya
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, longsor pertama kali terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, menyusul intensitas hujan yang cukup deras sepanjang hari. Longsoran material tanah bercampur batu dan kayu mulai menutup sejumlah jalan di dalam desa dan merusak beberapa rumah yang berada di area yang rentan.
“Kami langsung terjunkan tim untuk mengecek dan menanggulangi bencana ini. Kami mencatat ada 23 titik longsor yang tersebar di beberapa lokasi. Selain itu, 8 bangunan rumah rusak parah, bahkan beberapa hampir ambruk. Warga di sekitar lokasi longsor juga terpaksa mengungsi sementara,” ujar Hadi Santoso, Kepala BPBD Jepara, dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada wartawan.
Dampak bencana tanah longsor ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga memengaruhi akses transportasi di desa tersebut. Beberapa ruas jalan utama tertutup material longsoran, menghalangi mobilitas warga dan mempersulit distribusi bantuan yang datang dari pihak berwenang.
Baca Juga: Mensos Bansos BLT hingga PKH Akan Mulai Disalurkan Februari 2026
Proses Evakuasi dan Penanganan Darurat
Segera setelah kejadian, tim BPBD Jepara bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan setempat untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak. Beberapa warga yang rumahnya rusak berat harus dipindahkan sementara ke tempat yang lebih aman, seperti balai desa dan rumah-rumah kerabat yang lebih jauh dari lokasi longsor. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerusakan materiil sangat signifikan, dan potensi longsor susulan masih menjadi ancaman.
“Kami sudah memindahkan keluarga yang rumahnya rusak dan sebagian besar warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor. Proses evakuasi berjalan lancar meski kondisi di lapangan cukup sulit karena hujan terus mengguyur,” tambah Hadi.
Oleh karena itu, pihak BPBD bersama instansi terkait terus memantau kondisi tanah dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah bencana serupa terjadi.
Faktor Penyebab Longsor
Beberapa faktor penyebab tanah longsor di Desa Sumberjo ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, kerusakan vegetasi, dan kondisi tanah yang labil. Area perbukitan yang tidak memiliki sistem drainase yang baik memperburuk kondisi tanah, sehingga ketika hujan turun deras, tanah yang tidak dapat menyerap air dengan baik akhirnya bergerak turun.
Kondisi geografis yang berbukit dan curam juga berkontribusi pada potensi longsor yang tinggi di desa tersebut. Beberapa titik longsoran bahkan terlihat menggerus bagian jalan desa dan mengancam infrastruktur lainnya.
Bantuan Dari Pemerintah Daerah dan Provinsi
Pemerintah daerah Jepara sudah bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan logistik, seperti bahan pangan, tenda, dan peralatan evakuasi. Gubernur Jawa Tengah juga telah mengeluarkan instruksi untuk menambah sumber daya dari provinsi guna mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami sudah menyiapkan bantuan untuk korban longsor, baik dari segi kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian, serta kebutuhan medis bagi yang membutuhkan. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak dan melakukan pembersihan material longsoran,” ujar Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, dalam keterangan tertulisnya.
Selain bantuan fisik, pemerintah juga melakukan pemetaan risiko bencana untuk memastikan langkah-langkah mitigasi di masa depan dapat lebih efektif dalam menghadapi potensi bencana alam serupa.
23 Titik Tanah Longsor Langkah Mitigasi Bencana di Masa Depan
Bencana tanah longsor di Desa Sumberjo menjadi peringatan penting mengenai pentingnya mitigasi bencana di wilayah yang rawan bencana alam. Pemerintah setempat berencana untuk meningkatkan sistem peringatan dini, memperbaiki infrastruktur drainase, dan melakukan penghijauan di wilayah-wilayah yang rawan longsor.
Salah satunya dengan mengurangi aktivitas yang bisa merusak keseimbangan tanah dan memperbaiki sistem irigasi yang ada.
Penghijauan kembali dan perbaikan infrastruktur juga sangat penting untuk mencegah longsor susulan,” ujar Hadi Santoso, Kepala BPBD Jepara.
Harapan dan Dukungan untuk Korban
Namun, di tengah musibah ini, banyak masyarakat yang menunjukkan solidaritas mereka dengan memberikan bantuan kepada korban yang terdampak.





